Rabu, 25 Juli 2007

Ayo Menabung dan Berinvestasi!


Salah satu kegiatan yang saat ini sepertinya sedang digandrungi oleh kebanyakan pekerja kerah putih adalah berinvestasi. Cara berinvestasipun menjadi beragam. Mulai dari yang bermain saham, emas, properti, areal tanah, investasi ini,itu dan banyak lainnya. Variasi dari investasi itupun beragam, seperti saham. Entah itu saham yg beresiko ataupun yg sering dikatakan sebagai investasi pendapatan tetap. Ada beragam macam cara dan pilihan untuk berinvestasi. Mulai dari ORI, Reksadana, Obligasi, saham ini itu, dan lain-lainnya.


Pertama kali saya tidak pernah berminat (bisa dikatakan gak ada minat dan keinginan sama sekali) untuk menulis ini. Tapi setelah beberapa hal yang saya alami membuat saya harus menulisnya.

Awalnya, ketika saya iseng-iseng coba bergabung dengan salah satu milis yg berkutat di area usaha atau bisnis. Well, saat itu, disela-sela jam kosong saya di kantor, terbersit keinginan untuk bergabung dengan grup atau kelompok diskusi supaya ilmu saya bertambah. Akhirnya saya begabung di dua milis yg notabene hampir sama.

Tujuan awalnya sich sekedar untuk melihat sejauh mana saja saya sudah ketinggalan informasi.:) Tujuan lainnya, adalah mencari alternatif usaha sampingan yang cocok untuk pekerja seperti saya ini. Untuk menambah income, pendapatan, dan tentunya untuk menambah jam shopping juga.:)


Setiap hari saya rutin membaca dan membuka milis. Ada si A yang menawarkan produk ini, si B yang gak mau ketinggalan menginformasikan tentang launching buku itu, juga tak mau kalah, si C..D..E..F bahkan Z yang turut serta melakukan tukar menukar info ttg bisnis, usaha ini itu. Wah, banyak juga. Dan You Know what? ternyata mereka semua adalah pekerja kerah putih jg spt saya. So, intinya..saya sudah ketinggalan jaman! alias tidak Up to-date, alias dari kemarin, kemana aja????!!! begitu teman2 diskusi saya sempat bilang. Malu juga siy, awalnya. Tapi sy termasuk penganut faham, lebih baik terlambat, dari pada tidak tahu sama sekali. :)

Lalu berbulan-bulan telah lewat, dan saya pun belum juga menentukan bidang apa yg cocok untuk sy pakai sbgai alternative energi dapur saya. :)


Akhirnya, dua bulan ini saya mendapatkan teman berdiskusi khusus bidang investasi juga saran, motivasi serta solusinya bila terkena efek negative dari investasi.

Salah satunya ilmu yg saya dapatkan adalah pengetahuan tentang produk jasa spt: Deposito bank, reksadana, forex, stock Index futures, Komoditas, G-stars, keuntungan serta resikonya yg dapat ditoleransi.

Selain itu jenis-jenis saham yang menjadi unggulan, agen penjual, perusahaan manager investasi terkemuka dan terpercaya serta bank kustodian yg menjadi relasinya.


Wah, ternyata ilmu yg saya dapat sebelum ini, masih jauh dibawah. Dengan belajar menyerap sumber pengetahuan dari luar, ternyata banyak manfaat yg bisa diperoleh. Khususnya untuk sy yg skg menjadi terpacu dan termotivasi untuk memilih investasi yg tepat untuk perencanaan keuangan sy yg skebetulan skg msh single, dan masih suka wara-wiri gak jelas. :) Atau mungkin juga berguna bagi anda.:)

Ayo menabung dan berinvestasi!

*sambil mengepalkan jari tangan kanan kedepan*



Rabu, 18 Juli 2007

Sistem Upah & Penggajian Indonesia dari Lensa Karyawan


Menilik sistem penggajian para pekerja di Indonesia ini menurut saya masih perlu banyak untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitas dan kapasitasnya. Bagaimana tidak? Di abad ke 21 ini, tepatnya di tahun ke 2007, Indonesia masih saja menerapkan beberapa perbedaan dalam hal nilai dan pembagian besaran gaji yang harus dibayarkan kepada para pekerja setiap saat, dilihat dari segi pekerjaan dan kuantitas serta mutu dari tiap posisi dan pekerjaan itu sendiri. Maksud saya disini adalah, adanya perbedaan yang mencolok /besar dalam hal-hal yang masih dinilai sensitif untuk dibicarakan dan masih dianggap personal, pribadi serta individu tsb.





Contoh paling bawah, yakni besaran nominal nilai uang yang dibayarkan untuk pekerja kelas paling bawah, yang hanya mencapai nilai kurang dari 500 ribu. Tipe pekerja yang menduduki level ini sangatlah banyak, yakni para pekerja dengan definisi job-desk yang bisa dibilang mempunyai kuantitas kerja tinggi, mengandalkan tenaga atau fisik ini. Contohnya sangat banyak, seperti pekerja rumahan, yakni pembantu rumah tangga, tukang cuci, pekerja bangunan, yakni kuli dan buruh bangunan, pekerja pabrik, baik perusahaan pabrik besar atau perusahaan industri rumahan, yakni buruh atau karyawan pabrik.





Walaupun saat ini telah dibuat sistem peningkatan/kenaikan upah dengan penyetaraan nominal yang diterima di tiap daerah, atau yg dikenal dengan penyetaraan upah minimum regional(UMR) tapi tetap saja, upah pokok/ basic/ dasar untuk suatu nominal yang diterima belum mencukupi standar kebutuhan untuk tiap individu masyarakat pada umumnya. Contohnya adalah UMR suatu daerah, untuk pekerja pabrik yang total besarnya mencapai 700 ribuan (dengan estimasi upah pokok:500rb, overtime, transport dll:200rb-an) ,tetaplah tidak mampu dipakai untuk mencukupi seluruh kebutuhan pekerja tsb. Terlebih lagi, jika si pekerja itu adalah seorang individu yang telah berkeluarga dan memiliki anak. Dengan estimasi bahwa, harga sembako yang tiap tahun mencapai kenaikan sekian persen, (saat ini juga sedang terjadi kenaikan untuk produk susu di hampir seluruh Indonesia) hal ini tentu saja membuat nilai upah yang diperoleh menjadi tidak cukup karena nilai nominalnya pun menjadi berkurang sedikit demi sedikit. Situasi seperti ini tentu saja tidak hanya mempengaruhi satu faktor upah saja, tapi berimbas juga pada faktor-faktor penting lainnya seperti faktor menurunnya kualitas kesejahteraan individu, imbas ke gizi buruk, tingkat kecerdasan, dan faktor sosial lainnya.





Fenomena 'upah kecil' ini tentu saja kerap menjadi sorotan dan perhatian, baik diantara masyarakat luas, maupun di media cetak atau elektronik, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat pada umumnya untuk segera melakukan berbagai upaya untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tapi apa yang tejadi? kenyataan memberikan bukti bahwa, situasi yang sama ini selalu berlanjut dari tahun ke tahun, masa ke masa, tanpa ada perubahan yang cukup signifikan untuk memperbaiki dan meningkatkan laju ekonomi dan menekan laju kemiskinan, yang saat ini malahan terlihat lebih cepat dibanding perekonomian dan stabilitas negara.





Berbicara tentang upah kecil, ternyata, hal ini tidak hanya di landa para pekerja kelas bawah saja. Kenyataan ini juga terjadi di hampir seluruh lapisan pekerja. Bahkan, yang lebih mengagetkan lagi adalah fakta bahwa para pekerja dengan sebutan "pahlawan tanpa tanda jasa' pun juga hampir seluruhnya mengalami dampak ini selama bertahun-tahun. Faktanya lagi, justru permasalahan ini baru menguak dan terbuka dua tahun belakangan ini. Fenomena ini cukup mengagetkan, karena selama ini masyarakat hanya menyadari dan melihat dari lapisan luarnya saja bahwa pribadi guru adalah pribadi yang cukup menyenangkan, pintar, berideologi tinggi, berpengetahuan luas, tanpa menyadari lapisan paling dalam bahwa setiap manusia (sosok inipun) juga perlu untuk memenuhi kelangsungan kebutuhan hidup mereka sendiri. Fakta bahwa gaji guru swasta yang memiliki pengalaman selama bertahun-tahun pun hanya di hargai dengan nominal tak lebih dari dua juta, dan guru yang termasuk pns yang malahan lebih rendah dari itu, membuat fenomena ini semakin menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang sosok yang dianggap bersahaja, berpengetahuan luas ini hanya dihargai dengan nominal yang bisa dibilang kecil? Padahal faktanya, sosok inilah satu-satunya sosok yang diharapkan dan diandalkan untuk mampu memberikan dan membagi ilmu untuk semua generasi penerus, putra-putri bangsa. Sungguh Ironis!





Berbicara lebih luas mengenai sistem penggajian dan upah, kita sekarang menengok situasi yang tak jauh beda dengan situasi diatas. Bedanya hanya tempat dan jenis pekerjaannya saja. Pekerja atau karyawan perkantoran juga sesungguhnya mengalami kasus yg hampir sama. Di hampir sebagian besar tempat perkantoran, menggunakan sistem outsourcing dalam penggajian karyawannya (karyawan tidak tetap/kontrak/blm permanen). Hal ini jelas menimbulkan ekses yg lumayan besar. Mengapa? karena jumlah nominal gaji /honor yang seharusnya bisa diberikan seluruhnya oleh perusahaan, ini malahan harus dipotong beberapa persen oleh pihak luar, atau pihak kedua, sebelum akhirnya, sisanya di berikan oleh pihak kedua (outsorced) ke karyawan atau pekerja yg bersangkutan. Suatu hal yang tidak perlu, terkesan bertele-tele serta jelas merugikan. Contohnya saja, misalkan jumlah nominal adalah 1,5 jt (dari perusahaan). Jika dipotong 1% saja oleh pihak outsorcing, maka pekerja hanya mendapatkan 1,4 jt saja tiap bulan. Pengurangan seratus ribu jelas sangat merugikan, karena dengan dana itu (jika tidak dipotong) maka, seharusnya bisa membantu mencukupi kebutuhan sebulan. Merugikan bukan?





Di sistem penggajian karyawan, kita juga mengenal level atau posisi jabatan. Intinya, semakin tinggi jabatannya, semakin besar juga nominal gaji yang didapatkan. Contohnya, seorang individu dengan level atau jabatan sebagai manager, tentu memiliki gaji berbeda dengan karyawan biasa, dengan jabatan 'hanya karyawan', entah itu di bagian administrasi, umum, atau yang lainnya. Tetap saja dinilai dengan nominal standard saja. Mungkin ada yang lebih, tergantung perusahaan, atau jenis pekerjaannya tapi standard pokoknya biasanya tidak mencapai nilai yg cukup signifikan.



Hal ini berbeda dengan karyawan yang berstatus marketing, yang biasanya bisa mencapai beberapa puluh juta karena faktor komisi yg diterimanya, atau istilahnya adalah bonus. Tapi biasanya siklusnya tidak setiap bulan, dan bersifat naik-turun. Tergantung dari tiap klien yang dihasilkannya. Jika karyawan itu tidak mampu menghasilkan klien barang satupun, maka bisa dipastikan individu itu akan kembali memperoleh gaji pokok yg kecil/basic yang standard saja. (biasanya marketing memiliki gaji pokok tiap bulan sama dengan karyawan biasa).





Dengan gaji yang nominalnya bisa dikatakan lebih kecil, status 'hanya karyawan biasa', biasanya memiliki beban kerja dan rincian pekerjaan (job desc. )yang luar biasa banyaknya. Tidak menutup kemungkinan, banyak juga perusahaan yang pada akhirnya merekrut segelintir orang untuk bisa melakukan tugas yang banyak sekali. (biasanya di bagian umum).



Lalu bagaimana dengan level atau posisi yang tinggi spt posisi managerial atau general manager? Nah, inilah yang menjadi pertanyaan dan kebingungan saya sampai sekarang. Dengan beban kerja yang tidak seberapa, individu-individu spt ini mendapatkan bermacam-macam fasilitas dari perusahaan. Mulai dari jasa supir yang siap antar jemput, mobil dinas, atau bahkan fasilitas mobil pribadi, fasilitas rumah, telepon, ongkos transportasi yg bs di riemburst, fasilitas perjalanan kesana-sini, dan lain sebagainya. Tentunya dengan Gaji yang luar biasa tingginya. Padahal jika diamati, jobdesc. nya pun tidak banyak, tidak overload, tidka memeras keringat, bisa dgn mudah masuk agak siang, melakukan aktivitas telpon, lobi sana-sini, acara jamuan makan siang, sore, malam dan selebihnya meeting saja.



Saya sempat dengan polosnya menanyakan hal ini kepada teman saya. Dan jawaban mereka hampir serupa semuanya. Individu-individu spt itu bekerja tidak mengandalkan tenaga atau fisik, tapi lebih menggunakan otak. Dan jika job description mereka tidak banyak, biasanya tanggung jawab mereka lah yang dituntut besar. Istilahnya, punya tanggung jawab besar dalam perkembangan dan kemajuan perusahaan secara langsung.





Ada juga perusahaan yang melihat latar belakang pengalaman dan juga tingkatan pendidikan sebagai tolak ukur penilaian kenaikan standard gaji dan posisi seseorang. Hal ini agak masuk akal, mengingat biasanya porsi tanggung jawab yang besar saja, tidaklah cukup tanpa disertai asupan pendidikan, pengalaman bekerja di bidang yang sesuai, dan informasi yang akurat serta pengetahuan global yang baik. Hal ini semata-mata dilakukan oleh perusahaan dalam memajukan perusahaan.





Akhir kata, apapun yang telah terjadi terutama di Indonesia, saya masih menilai bahwa Indonesia secara global masih perlu tindakan nyata untuk memajukan kesejahteraan semua individu yang merupakan warga negara Indonesia, agar kemerataan ekonomi dapat tercapai dan tidak ada lagi fenomena kesenjangan baik sosial dan terutama di bidang ekonomi yang masih sampai saat ini muncul di Indonesia.






Senin, 16 Juli 2007

Happy Weekend Days!


Happy Weekend Days!

Itulah yang kurang lebih menjadi tumpahan perasaan, uneg-uneg dan jeritan lepas dari pekerja kerah putih, yang contohnya adalah, kurang lebih seperti saya ini.

Kenapa?

karena weekend adalah momen, waktu, saat yang paling ditunggu-tunggu oleh saya dan juga hampir seluruh pekerja kerah putih di rimba Jakarta raya ini untuk sekedar melepas lelah, penat, letih, untuk sebentar saja bersantai.

(Kita berbicara ke arah yang lebih serius)


Pada kenyataannya, Pekerja Kerah putih kerap dihinggapi kejenuhan dan tekanan akibat beban kerja yg berat, situasi kantor yang kadang berubah-rubah, jadwal meeting maupun jadwal acara kantor lain yg padat, juga acara lain yang betul-betul menyita waktu, tenaga dan pikiran. Oleh sebab itu, ekses dari faktor-faktor tersebut, acapkali membuat para pekerja kerah putih menikmati acara weekend dengan totalitas dan kesungguhan yang betul sungguh-sungguh dijalankan setelah rutinitas harian yang melelahkan otak, dan tenaga.

Terlepas dari sebab-akibat itu, telah banyak aktivitas atau kegiatan yg dianggap berguna dalam rangka memperbaiki vitalitas, kebugaran dan stamina para pekerja.

Beragam kegiatan fisik dan spiritual telah beberapa tahun ini digandrungi dan menjamur di kalangan para pekerja dan tentusaja terletak di kawasan area perkantoran, seperti Jakarta. Beragam pelatihan olahraga ditawarkan oleh lembaga-lembaga yang dikenal mampu menyedot banyak perhatian dan pelanggan dari kalangan pekerja, baik itu golongan pekerja rendahan, biasa sampai ke level eksekutif baik muda maupun tua. Seperti contoh menjamurnya sport clubs di kawasan atau distrik perkantoran di Jakarta Selatan, seperti fitness center, yoga, gym area, swimming pool yang banyak mulai dibangun di apartement, gedung perkantoran, hingga stadion olahraga dan juga taman kota (yang saat ini kerap berubah fungsi, dari kawasan indah menjadi kawasan olahraga) milik pemerintah kota Jakarta yang kerap menjadi sarana unggulan yang terkenal dapat menjaring level pelajar hingga pengusaha serta masyarakat umum.


Disamping itu, waktu weekend, selain waktu untuk berkumpul keluarga dan beristirahat, saat ini mulai menjadi waktu yang tepat untuk pelampiasan waktu yang selama seminggu telah tersita penuh dan terbebani oleh pekerjaan kantor.

Oleh sebab itu, banyak sekali jumlah para pekerja di Jakarta yang betul-betul memanfaatkan waktu ini untuk menjaga kebugaran selain refresing otak dan rekreasi. Setidaknya acara atau kegiatan yang dipilih adalah gabungan dari olahraga, rekreasi dan santai atau refreshing. Hingga tidak jarang, tempat-tempat seperti arena hiburan sekaligus tempat wisata di sekitar Jakarta akhirnyapun menjadi sasaran utama kala weekend. Wahana hiburan Dunia Fantasi, Gelanggang Ancol dan Pantai di Teluk Jakarta. Kepulauan-kepulauan kecil ternama di sekitar Jakartapun kerap menjadi kawasan primadona bagi kaum pekerja kerah putih dan masyarakat secara umum. Contohnya seperti Kepulauan Seribu, Pelabuhan Ratu juga tidak luput dari serbuan pengujung lokal yang notabene adalah para pekerja di daerah-daerah terdekat seperti Jakarta.


Contoh-contoh seperti diatas adalah sekelumit aktivitas fisik (baik outdoor /indoor) yang dapat dilakukan guna memberi suplai stamina dan kebugaran yang betul-betul dibutuhkan.

Lalu, bagaimana dengan kegiatan spiritual?

Sepertinya untuk mereka yang membutuhkan aktivitas spiritual yang berguna untuk jiwa, atau istilahnya makanan jiwa, setelah kepenatan di kantor selama seminggu, banyak cara bisa dilakukan. Pergi ke tempat Ibadah yang sesuai dengan religiusitas masing-masing individu adalah salah satu contoh yang tepat bagi para pekerja kerah putih. Disamping itu, pembangunan beragam sarana-sarana peristirahatan juga menjadi pilihan lainnya.

Ada pula tempat-tempat yagn menggabungkan kombinasi antara kebutuhan pekerja, terutama untuk kaum wanita (pria juga) akan keindahan tubuh, kecantikan dan kesehatan serta refleksi. Contohnya adalah beragamnya salon-salon kecantikan, spa, pijat refleksi, juga lembaga atau tempat sejenis lainnya yang menawarkan kombinasi dari refleksi dan perawatan tubuh secara menyeluruh.

Seperti pepatah yang mengatakan, 'Didalam Tubuh yang Sehat, Terdapat Jiwa yang Kuat', oleh sebab itu keseimbangan antara keduanya tidak boleh terlupakan. Hal inilah yang saat ini sudah menjadi kesadaran mayoritas pekerja kerah putih di Jakarta pada umumnya, dan eksesnya adalah semakin ramainya tempat-tempat yang menawarkan kesempatan positif seperti itu.


Kalau untuk saya sih, cukuplah dengan pergi ke tempat rekreasi beberapa minggu sekali, ke salon tiga minggu sekali dan olahraga untuk mendapatkan keseimbangan fisik dan mental saya, walaupun terkadang seringnya malahan pergi ke pusat-pusat perbelanjaan saja. :)

Paragraf yang terakhir ini sebaiknya Jangan Ditiru! :)
Akhir kata,
Selamat Bersantai!
adios...































Rabu, 11 Juli 2007

Public Relations


DEFINITION PR


Berikut ini saya berikan informasi (yang mungkin berguna ) mengenai Public Relation.

(dikutip dari sumber di internet)


One of the earliest definitions of PR was coined by Denny Grisword, publisher of Public Relation News." According to her, "Public Relations is a management function which tabulates public attitudes, defines the policies, procedures and interest of an organization followed by executing a program of action to earn public understanding and acceptance."
According to two American PR professionals Scott M. Cutlips and Allen H. Center, "PR is a planned effort to influence opinion through good character and responsible performance based upon mutual satisfactory two-way communication". Public relations is the art and science of managing communication between an organization and its key public constituents to build, manage, and sustain its positive image.




Kondisi bekerja seorang PR rata-rata terdiri dari 30-40 jam per minggu. Biasanya, overtime tidak termasuk hitungan. Sesuai dengan keadaan, mereka diharuskan siap bekerja atau dihubungi sekitar jam kerja, terutama bila terdapat situasi genting atau krisis. Kantor PR biasanya merupakan tempat yang sibuk, dimana jadwal kerja bersifat tidak tetap dan biasanya akan mendapat tambahan, editan, perubahan, pergantian dari berbagai pihak. Jadwal kerja biasanya sering harus mengalami re-schedule sehingga semua pihak dapat memenuhi deadline, mengerjakan pidato, menghadiri meeting, traveling, dan aktivitas lainnya.

KEPEGAWAIAN


Bagaimana dengan kepegawaian seorang PR? Biasanya orang mengenal PR dari 2 sisi: PR korporat (PR yang bekerja penuh di sebuah perusahaan, dan mewakili perusahaan tersebut) dan PR konsultan yang bekerja di sebuah Consultant PR, memiliki deskripsi kerja hampir mirip dengan event organizer). Sesunggunya, PR dapat ditemui di beberapa industri jasa: management dan firma-firma public relations, insitusi pendidikan, organisasi kesehatan, agensi-agensi sosial service dan advertising agency. Yang lainnya bekerja untuk communication firms, financial institutions, dan agensi-agensi pemerintah. Ada juga PR yang bersifat self-employed.
PR biasanya berkonsentrasi di kota-kota besar, dimana jasa media dan fasilitas komunikasi lainnya dengan mudah tersedia dan banyak bisnis dan asosiasi perdagangan memiliki atmosfer sibuknya.


TRAINING, KUALIFIKASI DAN KEMAJUAN LAIN


Sebenarnya, tidak ada standar tertentu untuk memasuki karir PR. Lulusan universitas yang dikombinasikan dengan pengalaman menjadi seorang PR--biasanya didapat dengan memasuki sebuah internship biasanya dianggap memiliki persiapan hebat untuk pekerjaan seorang PR. Kemampuan untuk menulis dan berbicara dengan baik dan benar
bersifat esensial. Banyak PR-PR baru memiliki college major dalam PR, Jurnalistik, Advertising atau Komunikasi. Sejumlah firma mencari lulusan universitas yang telah bekerja di media cetak atau elektronik. Employer lainnya mencari calon-calon dengan bidang-bidang yang berhubungan dengan bisnis firma tersebut; sains, engineering, sales atau finance.

Sejumlah universitas dan college menawarkan bachelor dan postsecondary degrees dalam PR, biasanya dalam departemen Jurnalisme atau Komunikasi. Sebagai tambahan, banyak college lain menawarkan setidaknya satu kurus di bidang ini.


PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN

PR menciptakan tingkah laku yang diidamkan di antara beragam organisasi, special interest group, dan publik melalui komunikasi yang efektif. Percaya atau tidak, profesi PR sebenarnya bisa diterapkan pada profesi-profesi lain seperti seorang kreatif di advertising agency, tenaga marketing dan promotion, sales manager product promoter, new analysist dan reporter.

dikutip dari sumber yang terpercaya di internet.

Senin, 09 Juli 2007

Kisah Spongebob


Entah kenapa, di siang bolong ini, saat berada di ruang kantor, saya mendadak teringat kisah Spongebob yang lucu yang muncul setiap hari di televisi. Ceritanya lucu sekali (menurut saya). Hingga kisah itu masih terekam, mengendap dan menyangkut di otak saya siang ini, bahkan di kantor, saat seharusnya saya lebih memilih untuk berkutat dan memikirkan hal-hal penting lain, seperti angka-angka, surat perjanjian, de el el, de es te yang seharusnya lebih berguna untuk dipikirkan dan bukannya cerita anak-anak seperti kisah si Spon kuning bercelana kotak itu. Eh, ini sekarang, saya malahan tersenyum-senyum sendiri saat memutar ulang cerita spon kuning itu di otak saya (rewind version my own brain)

Ceritanya begini, suatu hari Spongebob kuning tertarik untuk membeli peralatan sulap setelah menonton iklan dari seorang pakar sulap. Akhirnya, Spongebob pun tertarik untuk membeli peralatan itu. Ia langsung menguras seluruh tabungan, mengirimkan uang sejumlah 19.2 dollar dan langsung mengirimkan uang via pos. Setelah 6 minggu kemudian, tibalah pesanan yang berupa tongkat pendek berwarna ungu, buku kecil tebal dan topi ungu penyihir mainan yang membuat Spongebob terkagum-kagum, terbelalak melihat isi paket yang menurutnya adalah istimewa karena terdapat tongkat sihir, buku mantra dan topi penyihir. (namanya juga spongebob masih anak-anak, jadi apapun yang menurut orang dewasa adalah mainan biasa dan tak berguna, menurutnya adalah hal yg cool, keren, luar biasa). Lalu, jadilah Spongebob mengajak temannya, Patrik si bintang laut untuk bermain bersama.

Tapi sebelum bertemu Patrik, spongebob lebih dulu menjumpai tetangganya, Squidward yg sedang bersantai di rumah.
Kejujuran dan kepolosan hati Spongebob inipun mendapat sambutan dingin oleh Squidward yg jelas-jelas lebih suka menyendiri daripada ditemani oleh si Spon kuning yg menurutnya adalah pengganggu hari-harinya. Squidward yang sedang berjemur di depan rumah pun merasa terganggu oleh keberadaan si Kuning ini yg sibuk memamerkan paket sulap dan ilmu barunya ini.

Panjang lebar Spongebob menceritakan proses perolehan sulap dan paket istimewanya itu. Ketika hendak memeragakan ilmu sulap "merubah wujud" , si Kuning yg dari tadi sibuk membolak-balik buku mantra dan memutar-mutar tongkat saktinya itu, tidak melihat kalau Squidward diam-diam kabur dan berusaha melarikan diri. Begitu ada bis lewat, Squidward pun langsung naik dan melarikan diri.

Seorang anak kecil yang sedang menangis beserta ayahnya di dalam sebuah mobil terbuka melewati rumah Squidward. Karena angin yang kencang dan laju mobil yang begitu cepat, es krim di genggaman anak itu terbang dan jatuh tepat di atas sofa berjemur yg tadi dipakai Squidward untuk bersantai. Es krim berwarna hijau kebiruan itu persis berbentuk seperti muka Squidward dengan hidung khas yg panjang.

Spongebob yg dari tadi sibuk membaca buku mantra perubah wujud itu tidak memperhatikan kejadian itu. Akhirnya saat ia berkata Adakadabra..dan menutup buku mantra itu, ia pun kaget karena yg dilihatnya adalah ujud Squidward sudah mengecil dan meleleh menyerupai wujud eskrim. Spongebob begitu terpukul dan sedih karena mengira dialah penyebab perubahan ujud tetangganya.

Akhirnya dengan tekad bulat dan semangat mengembalikan ujud lagi, ia pun membawa es krim yg sudah meleleh itu pulang dan dimasukkan ke lemari pendingin. Setiap beberapa menit, ia membuka kulkas untuk mengecek keberadaan tetangganya itu. Bahkan, Squidward yg sekarang ini telah berwujud menjadi es krim hijau kebiruan berbentuk seperti es krim cone itu di dudukkan di sebuah sofa kecil bersebelahan dengan es krim berwujud Spongebob disampingnya, di dalam kulkas tsb. Sungguh-sungguh teman yg baik!

Hingga akhirnya Patrik yang lapar pun datang berkunjung kerumah si spon kuning dan langsung membuka kulkas. Spongebob pun berteriak saat melihat Patrik hendak memakan Squidward. Ia menjelaskan kalau ilmu sulapnya telah merubah Squidward menjadi sebuah es krim. Pembicaraan dua mahluk itupun berakhir menjadi rebut-rebutan sengit yang memperebutkan es krim Squidward. Hingga akhirnya Squidward itupun meleleh dan mencair jatuh ke lantai. Kedua mahluk itupun berhenti berkelahi dan berusaha mengambil eskrim yg sudah menjadi air, lalu dimasukkan ke botol.

Kemudian mereka berdua mencoba menemui si tukang sulap andalan yg terkenal di televisi tsb. Setiba di istana milik pesulap itu, ternyata mereka menjumpai bahwa pesulap itupun telah berbohong dan hanya mengambil keuntungan dari bisnis sulap tipuan itu. Iapun tidak bisa mengembalikan ujud Squidward yg telah berubah menjadi eskrim itu.
Hingga akhirnya, dua mahluk itupun kembali kerumah dan berniat untuk menghancurkan mainan sulap baru tersebut. Saat hendak menghancurkan mainan itu, Spongebob pun meletakkan botol yg berisi air lelehan es krim Squidward di atas sofa berjemur Squidward.

Tanpa sepengetahuan mereka berdua, Squidward pun telah kembali setelah berjalan-jalan dengan bis yg dinaikinya tadi. Iapun melihat Spongebob masih di tempat yg sama dan langsung melempar botol isi air di atas sofa kesayangannya dan langsung kembali bersantai. Setelah menangis tersedu-sedu sambil menunduk, Spongebob dan Patrik pun kaget dan akhirnya bergembira karena telah melihat botol tadi berubah menjadi Squidward kembali.
Kisah akhirnya pun bisa dengan mudah ditebak, yaitu Si spon kuning dan Patrik, temannya, pun ikut bergembira atas perubahan kembali ujud sahabatnya, Squidward. Tetapi melihat kegembiraan kedua temannya yang lugu dan agak bodoh itu, Squidward pun malah menjadi bete dan bersungut-sungut. hehehe...

benar-benar kisah Spongebob yang lugu
...:)

Pesan moral yang terkandung di film ini adalah, kisah persahabatan yg kental antara mahluk-mahluk laut dan bagaimana Spongebob kuning mempertahankan keakraban dan nilai persahabatan di antara mahluk-mahluk di dunia laut.